Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh pressure (tekanan),
opportunity (kesempatan), dan arrogance (arogansi) terhadap fraudulent financial
statement pada perusahaan sub sektor konstruksi dan bangunan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Masalah utama penelitian ini
adalah adanya potensi manipulasi laporan keuangan akibat tekanan kinerja di masa
pandemi dan dominasi manajemen yang tinggi di industri konstruksi. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel
menggunakan EViews versi 13. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive
sampling sehingga diperoleh 70 perusahaan yang memenuhi kriteria. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pressure yang diproksikan dengan
target keuangan (ROA) dan arrogance yang diproksikan dengan jumlah foto CEO
berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan laporan keuangan.
Sebaliknya, opportunity yang diproksikan dengan ineffective monitoring justru
menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, yang mengindikasikan bahwa
pemenuhan proporsi komisaris independen pada perusahaan sampel masih bersifat
formalitas kepatuhan terhadap regulasi dan belum mencerminkan efektivitas
pengawasan substantif. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh terhadap
fraudulent financial statement. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal
berupa tekanan pencapaian laba dan dominasi pimpinan menjadi pendorong utama
kecurangan pada sektor konstruksi.