| dc.description.abstract |
20156120050 - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kebangkrutan pada sepuluh perusahaan sub sektor logam dan sejenisnya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2015-2018. Perusahaan sub sektor logam dan sejenisnya memegang peranan yang cukup signifikan dalam perekonomian Indonesia karena produk logam merupakan salah satu bahan baku utama bagi kegiatan sektor industri lainnya yang secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian Indonesia. Fenomena yang terjadi saat ini yaitu perang dagang antara Amerika dengan China, menyebabkan salah satu industri di Indonesia terkena dampaknya. Industri tersebut adalah industri baja yang termasuk kedalam sub sektor logam dan sejenisnya.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari laporan keuangan tahunan yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan model Altman Z-Score sebagai alat untuk mengukur potensi kebangkrutan perusahaan yang didalamnya mewakili rasio keuangan. Adapun rumus Altman Z-Score yang digunakan adalah sebagai berikut: Z = 0,717X1 + 0,847 X2 + 3,107X3 + 0,420X4 + 0,998X5 dengan zona diskriminasi, apabila nilai Z lebih dari 2,9 maka perusahaan dalam kondisi “sehat”, apabila nilai Z tidak lebih dari 2,9 dan tidak lebih kecil dari 1,23, maka perusahaan dalam kondisi “abu-abu”, dan apabila nilai Z kurang dari 1,23, maka perusahaan dalam kondisi “distress”.
Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar dari sepuluh perusahaan sub sektor logam dan sejenisnya yang tercatat di BEI berada dalam kondisi abu-abu dan distress. Hanya 2 dari 10 perusahaan yang mampu bertahan dan melakukan perbaikan yaitu perusahaan Beton Jaya Manunggal Tbk, dan Lionmesh Prima Tbk |
en_US |