Abstract:
20166120023 - Pada zaman yang modern ini, banyak sekali produk makanan instan atau
siap saji, salah satunya adalah mie instan. Seperti yang kita ketahui bahwa mie
instan sangat digemari, khususnya masyarakat Indonesia. Dengan adanya
persaingan pasar yang semakin ketat ini, membuat produsen harus berfikir kreatif
dan inovatif dalam membuat sebuah produk, dan di era digital yang semakin
canggih ini, membuat semua informasi bisa dengan mudah tersalurkan, begitu pula
informasi untuk sebuah produk seperti Indomie yang mengeluarkan inovasi terbaru
yaitu curly fried noodle salted egg. Sebelum konsumen memutuskan untuk
membeli sebuah produk, konsumen akan mempertimbangkan berbagai macam hal
sebelum membeli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari
variabel harga, promosi, citra merek, dan viral marketing terhadap keputusan
pembelian indomie (curly fried noodle salted egg) di Tangerang Selatan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, terhadap 90 orang responden di
Tangerang Selatan dengan menggunakan teknik judgemental sampling atau
purposive sampling yang merupakan salah satu dari teknik sampel dari nonprobability
sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah uji
validitas, uji relibilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji F, uji T,
dan uji R2 dengan menggunakan program SPSS ver 24.0. Hasil dari uji T, variabel
harga dan viral marketing memiliki pengaruh yang positif dan signifikan. Variabel
dari promosi dan citra merek memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan
terhadap keputusan pembelian. Sedangkan hasil dari uji F menunjukan bahwa
secara simultan variabel harga, promosi, citra merek, dan viral marketing memiliki
pengaruh yang positif dan signifikan